Frauenkirche: Warisan Arsitektur Barok yang Abadi di Dresden
Frauenkirche, atau Gereja Bunda Maria, di Dresden, Jerman, lebih dari sekadar bangunan Gereja ini berdiri sebagai simbol ketahanan.
Awalnya dibangun pada abad ke-18, gereja ini hancur selama Perang Dunia II dan dibangun kembali dengan susah payah antara tahun 1994 dan 2005. Dibawah ini KELILING DUNIA akan berdiri sebagai bukti keindahan dan kekuatan Dresden, dedikasinya pada Lutheranisme, dan rekonsiliasi antara mantan musuh.
Sejarah yang Kaya Dari Gereja Paroki
Sejarah Frauenkirche dimulai pada abad ke-11 dengan sebuah gereja Romanesque yang didedikasikan untuk ‘Bunda Maria’. Gereja sebelumnya ini berfungsi sebagai paroki Katolik sebelum menjadi gereja Protestan selama Reformasi.
Pada abad ke-18, dewan kota Dresden menugaskan bangunan Lutheran bergaya Baroque yang baru dan lebih besar, yang dirancang oleh George Bähr. Desain Bähr dimaksudkan untuk menangkap semangat liturgi Protestan, dengan altar, mimbar, dan tempat baptisan dalam pandangan langsung jemaat.
Gereja ini juga menampilkan kubah tinggi, dan pembangunannya didukung oleh Frederick August I, yang telah berpindah agama menjadi Katolik, untuk meyakinkan warga Saxon bahwa mereka tidak akan dipaksa untuk berpindah agama.
Kehancuran dan Peringatan Luka Perang
Pada tanggal 13 Februari 1945, pasukan Sekutu mulai mengebom Dresden selama Perang Dunia II, merusak berat pusat kota. Sementara Frauenkirche awalnya bertahan dari serangan tersebut, ia akhirnya menyerah pada panas yang hebat dan runtuh pada tanggal 15 Februari.
Reruntuhan itu dibiarkan tidak tersentuh selama hampir setengah abad, berfungsi sebagai peringatan perang di bawah pemerintahan Jerman Timur. Pada tahun 1966, dewan kota menyatakan reruntuhan itu sebagai “peringatan terhadap perang” resmi. Situs ini juga menjadi titik fokus bagi gerakan perdamaian dan protes terhadap rezim Jerman Timur.
Baca Juga:
Visi Rekonsiliasi Untuk Rekonstruksi
Pada tahun 1989, setelah jatuhnya Tembok Berlin, sekelompok penggemar membentuk Inisiatif Warga untuk membangun kembali Frauenkirche. Hal ini menyebabkan pembentukan Masyarakat untuk Mempromosikan Rekonstruksi Gereja Bunda Maria, yang mempelopori upaya penggalangan dana.
Proyek ini mendapatkan momentum dengan kontribusi dari berbagai organisasi dan individu di seluruh dunia. Khususnya, Günter Blobel, seorang Amerika kelahiran Jerman dan penerima Hadiah Nobel, menyumbangkan seluruh uang hadiahnya untuk restorasi.
Rekonstruksi itu dipandang sebagai simbol rekonsiliasi, dengan salib menara baru didanai oleh “rakyat Inggris dan House of Windsor” dan dibuat oleh seorang pandai emas Inggris yang ayahnya telah berpartisipasi dalam pengeboman Dresden.
Membangun Kembali Mahakarya
Dengan menggunakan rencana asli dari tahun 1720-an, Dewan Kota Dresden memutuskan untuk melanjutkan rekonstruksi pada tahun 1992. Prosesnya melibatkan penyortiran dan pengkatalogan ribuan batu dari puing-puing, dengan pencitraan komputer canggih yang digunakan untuk menentukan posisi aslinya.
Sekitar 3.800 batu asli digunakan kembali dalam rekonstruksi, sementara batu baru ditambahkan untuk menyelesaikan struktur. Rekonstruksi eksterior selesai pada tahun 2004, diikuti oleh interior pada tahun 2005. Gereja ditahbiskan kembali pada tanggal 30 Oktober 2005, menandai selesainya proyek bersejarah ini.
Kesimpulan
Frauenkirche dikenal dengan arsitektur Baroque yang unik, terutama kubahnya yang khas, yang sering disebut sebagai “Lonceng Batu”. Dibangun seluruhnya dari batu pasir, kubah ini memiliki berat lebih dari 12.000 ton dan merupakan salah satu kubah batu terbesar di utara Pegunungan Alpen.
Garis luar segi delapan gereja dan desain bangunan yang terpusat, dengan mimbar di tengah, mencerminkan pemahaman Protestan tentang iman dan ibadah. Interiornya menampilkan warna-warna pastel, jendela-jendela besar, dan galeri melengkung, menciptakan rasa keterbukaan dan spiritualitas.
Altar, sebuah mahakarya oleh Johann Christian Feige, sebagian rusak selama pengeboman tetapi dibangun kembali menggunakan 80 persen bahan sejarah. Simak dan ikuti terus informasi yang lebih menarik perkembangan tentang wisata-wisata yang ada di dunia hanya di KELILING DUNIA.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari fira.de
- Gambar Kedua dari frauenkirche-dresden.de