Ubud Monkey Forest, Hutan Keramat Dengan Tiga Pura Kuno di Bali
Ubud Monkey Forest, atau yang dikenal sebagai Mandala Suci Wenara Wana, merupakan salah satu destinasi paling ikonik di Bali.

Terletak di jantung Ubud, kawasan ini bukan hanya rumah bagi ratusan monyet ekor panjang, tetapi juga merupakan hutan keramat yang dijaga secara turun-temurun oleh masyarakat adat.
Keunikan Ubud Monkey Forest terletak pada perpaduan antara alam, budaya, spiritualitas, serta kehidupan liar yang bersatu harmonis. Para wisatawan yang datang tidak hanya disuguhi pemandangan hijau nan menenangkan, tetapi juga suasana sakral yang terasa sejak memasuki kawasan hutan.
Dibawah ini Anda bisa melihat berbagai informasi wisata menarik lainnya dari seluruh dunia hanya di seputaran KELILING DUNIA.
Penghuni Monyet Ekor Panjang yang Dilindungi
Salah satu hal paling menarik dari Ubud Monkey Forest adalah populasi besar kera ekor panjang (Macaca fascicularis) yang mendiami kawasan tersebut.
Mereka hidup bebas dan menjadi bagian penting dari ekosistem hutan. Monyet-monyet ini terbagi dalam beberapa kelompok besar dengan wilayah mereka masing-masing.
Pengunjung dapat melihat tingkah laku unik para monyet, mulai dari mencari makan, bermain, hingga berkomunikasi satu sama lain. Pengelola hutan memberi mereka makanan setiap hari agar keseimbangan ekosistem tetap terjaga.
Meskipun ramah dan sering mendekati manusia, wisatawan tetap disarankan berhati-hati, mengamankan barang bawaan, dan tidak menatap mata monyet secara langsung karena dapat dianggap sebagai tantangan.
Menariknya, kehadiran monyet di hutan ini bukan sekadar objek wisata. Secara spiritual, mereka dipercaya sebagai penjaga kawasan hutan dan pura, sesuai filosofi Hindu Bali yang memandang hewan sebagai makhluk penting dalam keseimbangan kehidupan.
Tiga Pura Kuno Sebagai Warisan Leluhur
Ubud Monkey Forest dikenal sebagai hutan keramat karena menjadi lokasi tiga pura kuno yang memiliki nilai spiritual tinggi bagi masyarakat Bali. Setiap pura memiliki fungsi dan sejarah yang berbeda sehingga membentuk identitas budaya kawasan ini.
Pura pertama adalah Pura Dalem Agung Padangtegal, yang merupakan pura utama dalam kawasan hutan. Pura ini dipersembahkan untuk Dewa Siwa, salah satu dewa utama dalam ajaran Hindu.
Arsitektur pura yang megah dengan ukiran-ukiran kuno memberikan suasana mistis yang sangat terasa saat pengunjung mendekatinya.
Pura kedua adalah Pura Beji, yang berfungsi sebagai tempat penyucian. Pura ini biasanya digunakan dalam prosesi ritual sebelum upacara keagamaan. Keberadaan mata air suci di kawasan pura menjadikannya tempat yang sangat penting bagi masyarakat setempat.
Pura ketiga ialah Pura Prajapati, tempat pemujaan yang berkaitan dengan tradisi penguburan dan upacara adat kematian. Keberadaan pura-pura ini menjadikan Monkey Forest bukan sekadar tempat wisata, tetapi juga ruang hidup budaya masyarakat Bali yang terus dipertahankan hingga kini.
Baca Juga: Bikin Takjub! Ini Alasan Kenapa GWK Bali Selalu Ramai Pengunjung
Keindahan Ubud Monkey Forest yang Mendunia

Ubud Monkey Forest merupakan salah satu destinasi paling terkenal di Bali yang memadukan keindahan alam, sejarah, dan spiritualitas. Terletak di kawasan Padangtegal, Ubud, hutan ini selalu menjadi magnet bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.
Suasana teduh hutan tropis, suara alam yang menenangkan, dan keberadaan ratusan kera ekor panjang menjadikan tempat ini unik dan berbeda dari lokasi wisata lainnya.
Selain menjadi rumah bagi satwa liar, Ubud Monkey Forest berfungsi sebagai pusat pelestarian lingkungan dan budaya. Pengelola bersama masyarakat setempat menjaga kelestarian hutan sehingga tetap terawat dan alami.
Wisatawan yang datang ke sini tidak hanya mendapatkan pengalaman rekreasi, tetapi juga merasakan nuansa sakral yang melekat kuat pada kawasan ini.
Pengalaman Wisata yang Tak Terlupakan
Berjalan di sepanjang jalur berpaving yang membelah hutan, pengunjung akan merasakan perpaduan antara petualangan dan kedamaian.
Hembusan angin sejuk dari pepohonan besar, suara alam yang menenangkan, serta perjumpaan langsung dengan kera liar memberikan pengalaman berbeda dari wisata lain di Bali.
Di beberapa sudut, terdapat jembatan kecil yang membentang di atas sungai. Pemandangan ini sering menjadi lokasi favorit bagi wisatawan untuk berfoto. Selain itu, pengunjung juga dapat menemukan patung-patung batu berlumut yang memiliki nilai estetika dan simbolik dalam budaya Bali.
Sebelum meninggalkan kawasan, banyak wisatawan memilih duduk sejenak untuk menikmati suasana hutan yang damai. Bagi sebagian orang, kunjungan ini menjadi momen untuk melepas penat dan merasakan kedekatan dengan alam.
Simak dan ikuti terus informasi terlengkap menarik lainnya tentang wisata-wisata menarik lainnya hanya di KELILING DUNIA.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari divetip.com
- Gambar Kedua dari www.expedia.co.id
